VitaHealth-Dandelion Complex

 


Apakah khasiat Dandelion Complex? 

Bunga dandelion memiliki bentuk yang cantik, apalagi jika tertiup angin. Jenis bunga cantik ini tergolong dalam keluarga Asteraceae, Ia jenis bunga daisy lain. Kita mengenalnya sebagai bunga kecil berwarna kuning atau putih dan sering dianggap sebagai gulma maupun tumbuhan liar. Namun ternyata, tumbuhan ini memiliki khasiat yang secantik rupanya. Apa saja?

Bunga dandelion ternyata bisa dimakan.

Bunga dandelion, atau Taraxacum spp, merupakan salah satu bunga yang populer dan bisa ditemukan di berbagai belahan dunia. Di balik warnanya yang cantik, bunga ini ternyata tergolong sebagai bunga yang bisa dimakan, bahkan digunakan dalam pengobatan herbal. Manfaat ini bisa didapatkan dari bunga, daun, hingga akarnya.Daun dandelion merupakan sumber vitamin, seperti vitamin A, C, K, E, dan B9. Daunnya ini juga mengandung mineral, seperti zat besi, kalsium, kalium, dan magnesium. Akar dandelion kaya dengan karbohidrat inulin, jenis serat yang larut dalam air.

Potensi manfaat bunga dandelion untuk kesehatan tubuh

Seelok rupanya, bunga dandelion mengantongi berbagai khasiat dan manfaat, misalnya:

1. Mengendalikan radikal bebas

Bunga dandelion kaya dengan molekul antioksidan. Antioksidan membantu mengendalikan radikal bebas berlebih di tubuh. Sebab, radikal bebas berlebih dapat memicu kerusakan sel dan bisa berujung pada penyakit.Salah satu molekul antioksidan dalam tanaman ini adalah beta-karoten, yang juga terkandung dalam buah seperti wortel. Bunga ini pun mengandung kelompok molekul antioksidan polifenol, dengan konsentrasi tertinggi yakni pada bunganya.

2. Mengendalikan gula darah

Dandelion juga mengandung senyawa bioaktif asam chicoric dan asam klorogenat. Keduanya diyakini berpotensi untuk mengendalikan gula darah. Temuan ini didapatkan berdasarkan berbagai riset pada hewan, seperti yang dimuat di sebuah studi dalam jurnal The Review of Diabetic Studies.Riset lanjutan tentunya masih diperlukan untuk menguatkan khasiat bunga ini baik untuk pengendalian gula darah tersebut.

3. Menurunkan kolesterol

Tak hanya pengendalian gula darah, tumbuhan ini juga disebutkan berpotensi digunakan untuk menurunkan kolesterol dan menurunkan risiko penyakit jantung. Walau kajian lebih jauh masih dibutuhkan, diperkirakan bahwa senyawa ini bioaktif dalam tanaman inilah yang membantu pengendalian kolesterol tersebut.

4. Menjaga kesehatan hati

Berbagai studi pada hewan menemukan bahwa dandelion dapat melindungi organ hati. Misalnya, beberapa penelitian tersebut mengungkapkan bahwa ekstrak tumbuhan ini dapat melindungi organ hati agar terhindar dari kelebihan lemak, serta mencegah terjadinya tekanan oksidatif.Studi pada manusia diperlukan lebih lanjut untuk mengonfirmasi hal ini karena adanya perbedaan metabolisme antara manusia dengan hewan.

5. Melawan sel kanker

Mungkin salah satu manfaat dandelion adalah dalam melawan perkembangan sel kanker. Beberapa studi uji tabung menemukan, ekstrak akar bunga dandelion memiliki kemampuan untuk memperlambat pertumbuhan sel kanker pada jaringan hati, usus besar, dan pankreas.Temuan ini tentunya amat menarik terkait pencegahan kanker, sehingga riset lanjutan pun akan diperlukan untuk memahami mekanismenya lebih jauh.

6. Memelihara kesehatan saluran pencernaan

Dalam dunia pengobatan herbal, tanaman ini diyakini memiliki efek protektif bagi saluran pencernaan, seperti mampu mengatasi konstipasi atau sembelit. Tumbuhan ini pun disebutkan mengandung jenis serat prebiotik yang disebut inulin.Sebuah studi dalam jurnal Nutrition Hospitalaria menyebutkan, serat prebiotik inulin mampu meredakan konstipasi dan juga meningkatkan pergerakan usus.

7. Meningkatkan sistem imun tubuh

Beberapa studi menyebutkan bahwa bunga dandelion memiliki efek antimikroba dan antivirus. Dengan begitu, bunga ini diyakini mampu meningkatkan kemampuan tubuh melawan infeksi. Hal ini berdasarkan temuan beberapa studi uji tabung, seperti sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Nutrition Hospitalaria.Penelitian lanjutan juga diperlukan untuk mengonfirmasi potensi manfaat tumbuhan tersebut.

8. Menjaga kesehatan kulit

Tak hanya untuk kesehatan organ di dalam tubuh, bunga dandelion pun diyakini memiliki manfaat untuk kesehatan kulit. Berbagai studi pada hewan dan uji tabung menemukan bahwa tanaman ini bermanfaat untuk menjaga kulit dari sinar matahari, penuaan, dan jerawat.Studi-studi terkait manfaat bunga dandelion untuk kulit ini masih berkutat pada pengaplikasian esktrak bunga dandelion dengan cara dioleskan, sehingga riset lanjutan masih sangat diperlukan.

Mengonsumsi bunga dandelion, langsung saja atau suplemen?

Bunga dandelion merupakan salah satu bunga yang bisa dimakan. Kita bisa memakannya mentah atau dicampurkan ke makanan lain, seperti salad dan minuman yang segar. Tanaman juga tersedia dalam bentuk suplemen.

Menurunkan Berat Badan di Usia 40-an

 


Anda usia 40-an, menurunkan berat badan akan semakin sulit dilakukan. Akan tetapi, ada beberapa tips untuk menurunkan berat badan Anda secara lebih efektif.

Kombinasi usia 40 tahun dan berat badan berlebih dapat sangat membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, menerapkan pola hidup sehat di usia 40 tahun sangat diperlukan, salah satunya dengan menjaga berat badan tetap ideal. 

Kelebihan berat badan dan obesitas berhubungan dengan penyakit-penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Gangguan kesehatan ini rawan muncul ketika memasuki usia 40 tahun.

Pada usia 40-an, menurunkan berat badan memang akan terasa sulit dilakukan. Perubahan tingkat aktivitas, kebiasaan makan, hormon, dan cara tubuh menyimpan lemak adalah beberapa faktor penyebabnya.

Akan tetapi, langkah-langkah sederhana ternyata dapat membantu berat badan Anda tetap ideal. Berikut ini beberapa cara menurunkan berat badan di usia 40 tahun:

1. Perbanyak Asupan Buah dan Sayuran

Isi setengah piring Anda dengan buah dan sayuran setiap kali makan. Buah dan sayuran cenderung memiliki lebih banyak nutrisi serta lebih sedikit lemak dan kalori daripada daging, produk susu, atau biji-bijian.

Buah juga membantu Anda merasa kenyang, bahkan jika Anda makan lebih sedikit. Buah-buahan segar, seperti apel dan beri, baik untuk menggantikan camilan yang tinggi lemak dan gula.

Artikel Lainnya: Masuki Usia 40, Begini Anjuran Cara Hidup Sehatnya

2. Jangan Lewatkan Sarapan

Cara menurunkan berat badan di usia 40 tahun sama dengan pelaku diet kebanyakan, yaitu jangan melewatkan ataupun menghindari sarapan.

Para ahli merekomendasikan Anda untuk tidak melewatkan sarapan. Saat melewatkan sarapan, Anda mungkin akan merasa sangat lapar dan malah mengonsumsi makanan tidak sehat ketika makan siang.

3. Makan Lebih Sedikit pada Malam Hari

Penurunan berat badan akan lebih mungkin terjadi ketika Anda makan lebih sedikit pada malam hari. Oleh sebab itu, cara menurunkan berat badan di usia 40 tahun salah satunya adalah dengan membatasi asupan di malam hari.

Meski makan lebih sedikit dianjurkan, ingatlah untuk tidak mengonsumsi sembarang makanan. Pilihlah makanan sehat dan kaya serat saat malam hari.

4. Masak Makanan Sehat

Pola hidup sehat di usia 40 tahun mencangkup cara Anda mengolah makanan. Pasalnya, jumlah lemak dan kalori ekstra dapat berasal dari cara Anda menyiapkan makanan.

Artikel Lainnya: Vitamin dan Mineral yang Diperlukan Saat Masuk Usia 40-an

Agar berat badan tetap ideal, alih-alih menggoreng makanan atau memasaknya dengan mentega atau minyak yang banyak, cobalah dengan cara memasak lain, seperti memanggang, membakar, atau merebus.

5. Kurangi Kalori

Anda cenderung kurang aktif seiring bertambahnya usia. Oleh karenanya, cara menurunkan berat badan di usia 40 tahun adalah dengan mengurangi jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh.

Porsi yang lebih kecil dan melacak kalori Anda dengan buku harian makanan atau aplikasi dapat membantu Anda makan lebih sedikit.

6. Kudapan Sehat

Jika Anda terbiasa makan camilan di antara makan berat, misalnya karena memiliki gangguan asam lambung atau sering sulit menahan lapar, pilihlah kudapan yang sehat untuk cegah kenaikan berat badan yang terlalu banyak.

Cara menurunkan berat badan di usia 40 tahun ini bisa Anda lakukan dengan menghindari camilan yang digoreng, seperti pisang goreng, talas, dan ubi goreng.

Selain itu, ganti kudapan dengan buah-buahan dan jus, tetapi perhatikan juga penyajiannya. Hindari jus konsentrat tinggi gula dan pilihlah jus alami buatan sendiri. Anda juga bisa minum jus bersama ampasnya agar kenyang lebih lama.

7. Fokus Saat Makan

Anda bisa tergoda untuk mengonsumsi makanan saat sibuk atau melakukan banyak tugas. Akan tetapi, Anda lebih cenderung makan berlebihan dan menjadi lapar lagi segera jika Anda tidak fokus pada makanan Anda.

Duduklah saat makan dan lihat apa yang ada di piring Anda (bukan apa yang ada di TV atau HP Anda). Hal ini membantu otak Anda menyadari ketika Anda sudah cukup kenyang.

8. Jangan Stres

Stres dapat membuat Anda lebih cenderung mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Hal ini akan membuat tubuh Anda lebih sulit memecah lemak.

Nah, untuk mengatasi hal tersebut, cobalah untuk melakukan olahraga untuk usia 40 tahun yang sekaligus dapat membuat Anda rileks, seperti yoga. Anda juga dapat melakukan pernapasan yang dalam, meditasi, berjalan-jalan, atau membaca buku.

9. Hindari Begadang

Begadang cenderung membuat seseorang memiliki keinginan untuk ‘ngemil’ saat perut sebenarnya tidak sedang lapar. Tentunya kebiasaan ini justru dapat membuat usaha menurunkan berat badan menjadi sulit terealisasi.

Ditambah lagi, seseorang di usia 40 tahun, terutama pria, cenderung mengalami central obesity atau timbunan lemak di pusat badan yang tampak sebagai perut buncit. Kondisi ini salah satunya disebabkan oleh kebiasaan ngemil tak sehat di jam begadang.

10. Dapatkan Tidur Nyenyak

Orang dengan kualitas tidur yang buruk cenderung mengalami kenaikan berat badan. Sebab, kebiasaan tidur yang buruk akan memicu otak untuk makan di malam hari, dan jenis makanan yang dipilih biasanya camilan yang tidak sehat.

Kurang tidur juga dapat menghambat produksi leptin, hormon yang membuat Anda merasa kenyang.

Oleh karena itu, lakukan pola hidup sehat di usia 40 tahun untuk mendapat kualitas tidur yang baik. Hindari juga stres dan minuman berkafein menjelang tidur malam. Beberapa kebiasaan tersebut dapat menjadi pemicu Anda kurang tidur.

Mengonsumsi secangkir teh Selain mengontrol kebiasaan makan makanan olahan, membiasakan diri mengonsumsi secangkir teh juga baik untuk metabolisme tubuh, terutama bagi mereka yang berusia 40 tahun lebih. Minuman teh hijau matcha bisa menjadi pilihan. Sebab, minuman ini memiliki antioksidan tinggi yang dapat merangsang pembakaran lemak lebih banyak. Tip Lain amalan untuk kurus Menu sarapan kaya protein Membiasakan diri mengonsumsi menu sarapan yang kaya protein bisa menurunkan berat badan secara cepat bagi mereka yang berusia 40 tahun ke atas. Ahli gizi Bess Berger menyarankan dua menu sarapan yang kaya protein, yakni telur dan smoothie. "(Telur) direbus atau sebagai telur dadar. Telur adalah cara yang bagus untuk mendapatkan protein untuk sarapan," kata Berger. Selain itu, telur juga mengandung vitamin dan serat. Sementara itu, smoothie juga bisa menjadi pilihan menu sarapan bagi seseorang yang berusia 40 tahun ke atas agar berat badannya turun signifikan. Namun perlu dipastikan bawah smoothie tersebut tidak ditambah dengan pemanis. Ganti pemanis buatan dengan yogurt atau buah beri Makan 3-4 jam sekali Ahli diet Lisa Moskovitz dalam bukunya mengungkapkan bahwa kebiasaan makan yang tepat untuk menurunkan berat badan adalah dengan memberikan jeda makan selama 3-4 jam. Artinya, Anda bisa makan 3 atau 4 jam sekali. Namun, perlu dipastikan bahwa satu porsi makanan yang Anda konsumsi berisi nutrisi lengkap, seperti kombinasi lemak sehat, protein, dan karbohidrat Mengonsumsi camilan yang tepat Ngemil merupakan salah satu hal yang dapat meningkatkan berat badan secara signifikan. Oleh karena itu, bagi Anda yang berusia 40 tahun ke atas disarankan untuk mengganti camilan Anda. Camilan yang sehat adalah camilan yang mengandung lemak omega-3 alfa-linolenat (ALA) dan lemak tak jenuh ganda nabati. Anda juga bisa mengganti camilan tersebut dengan buah-buahan, seperti pisang, alpukat, hingga semangka Terapkan happy hour Happy hour atau jam bahagia adalah saat di mana seseorang bisa pergi untuk makan atau minum bersama dengan teman-teman. Hal ini perlu ditambahkan dalam program penurunan berat badan seseorang yang berusia 40 tahun ke atas. Sebab, stress dapat menggagalkan upaya untuk menurunkan berat badan. Memantau makanan yang dikonsumsi Memantau makanan dan minuman yang dikonsumsi dalam sehari dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan berat badan, terutama ketika melakukan diet kalori. Cara memantau apa yang dimakan atau diminum itu adalah dengan mencatatnya di kertas atau di ponsel. Jangan lupa untuk mencatat porsi makanan tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa proses pilih-pilih benar-benar berhasil untuk menurunkan berat badan. Hal itu sebagaimana terjadi pada penderita obesitas yang mencatat makanan mereka setiap hari selama program 6 bulan. Memperbaiki pola tidur Dilansir dari Kompas.com, pola tidur juga bisa mempengaruhi bertambahnya berat badan seseorang. Pola tidur yang kacau bisa menambah berat badan hari demi hari. Jika Anda mengalami insomnia, cobalah untuk mengatasi masalah tersebut dengan bantuan medis agar Anda bisa memperoleh kualitas tidur yang maksimal